setelah berhenti pake propolis, aku pulang ke Tangerang karena bertepatan dengan bulan libur semester..waktu itu aku manfaatin buat berobat alternatif ke Jeng Anna yang ada di Jakarta..Dari jeng anna itu dapet ramuan berupa kapsul dan jamu dari rempah2 yang harus direbus..jamu itu di konsumsi tiap 2 bulan sekali..jadi tiap 2 bulan sekali aku harus ke Jakarta buat nebus jamu baru lagi..Perjuangan buat ngerebus jamu dan minum kapsul yang harus dikonsumsi pagi siang dan sore itu kerasa banget....apalagi saat itu dapur kosan ga tiap saat dibuka, karena nyatu sama rumah ibu kos..Jeng Anna bilang kalo penyakit ini bisa sembuh setelah konsumsi 3 paket..berarti konsumsi selama 6 bulan...karena pingin banget sembuh, aku telaten banget konsumsi jamunya..Selai nn jamu, ada sarang semut juga yang harus direbus..memang sangat banyak yang harus diminum, tapi buat sembuh apapun diperjuangkan bukan?Ditambah lagi, ada makanan pantangan yang harus aku turutin..dan karena ada daftar makanan pantangan, aku harus masak sendiri menu makanan tiap hari...Saat itulah aku sibuk tiap pagi ke pasar untuk beli sayur atau sekedar tempe, tahu dan telur..bumbu2 pun aku buat sendiri..bener2 ngerasa mandiri saat itu karena ga boleh makan sembarangan...nasi goreng aja buat sendiri...ada daftar list yang masih ku ingat..yaitu boleh makan telur ayam, tapi harus telur ayam kampung dan hanya putihnya aja, kuningnya dibuang..bingung kan?makan ikan pun hanya ikan gurameh yang boleh...list itu memang lebih banyak menganjurkan aku makan umbi2an dan makanan yang direbus..benar2 perjuangan sekali..Setelah 2 paket aku konsumsi, ternayata benjolan itu bertambah disekitar ketiak..memang saat itu aku tetap sibuk berorganisasi, jadi istirahatpun kurang..mungkin itu yang jadi penyebabnya adanya benjolan baru disekitar ketiak..akhirnya dengan penolakan yang halus saat itu, aku berhenti mengkonsumsi herbal dari Jeng Anna. Pemberhentian mengkonsumsi herbal jeng anna itu terakhir bulan November.. Sehingga bulan Desember harus sudah ada alternatif pengobatan pengganti. Saat itu ibu dapat informasi ada pengobatan alternatif di daerah Paku Aji, sekitar Sepatan.. Yah, jaraknya lumayan jauh dan saat itu kita menempuhnya hanya dengan motor, berpanas2an dan hanya berdua. Darisana aku hanya diperiksa dengan sebuah kapas yang dibasahi air mineral sedikit kemudian ditempelkan dibenjolan yang saat itu berada di leher sebelah kanan. Selain itu, ada juga pantangan makanan yang diberikan dan kami juga disarankan untuk membayar semacam sumbangan untuk anak yatim sesuai berat dan tinggi badan ku.. Selain itu juga, ada campuran rempah2 yang harus dioleskan di benjolan itu dan sangat aneh.. Campuran itu berupa telur kodok, daun2an dan entah apalagi aku lupa. Dan akhirnya kami pulang. Perjalanan jauh mungkin sangat terasa bagi kami saat itu sehingga pengobatan itu tidak terlalu lama aku jalani, karena kau tahu rasanya benjolan yang ada ditubuhmu diolesi rempah2 yang tidak jelas dan bleber2?tidak enak rasanya...
maap Sobat, mungkin ceritaku bagian ini agak mengacau karena aku hanya ingin menceritakan pengalamanku, sebelum pengalaman2 lain hadir dalam hidupku saat ini..jadi cerita singkat tapi aku usahakan detail akan aku ceritakan padamu.
Setelah merasa kurang cocok dengan pengobatan ini, kami mencoba pengobatan dengan salat tasbih yang dilaksanakan pada kamis malam dan minggu pagi..kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah..dari sinilah aku mengenal yang namanya salat tasbih dan saat itu pun aku di rukyah..tidak seperti rukyah yang biasa aku lihat di televisi yang sampai2 kesurupan, rukyah ini biasa saja..memang ada sih pasien yang teriak2 karena memang ada yang menhuni di dalam tubuhnya..yah tidak tahu juga lah aku..
Dari pengobatan salat tasbih itu aku juga diberi minum air outih yang sudah didoakan 1.5 L, 1 botol air berwarna hijau dan bubuk seperti susu yang harus diseduh untuk dikonsumsi..beberapa hari aku mengkonsumsi itu dibarengi dengan aku praktek kerja lapangan di LIPI Serpong, aku merasa biasa2 saja...tidak baikan, tidak pula terjadi kemunduran. Namun setelah PKL selesai dan aku kembali ke Semarang, rasa sesak mulai terasa di badanku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar